Semoga orang alim tidak bingung berada di antara orang-orang yang mengaku utusan Allah


By Dana Anwari. Manusia bernama Lia Aminudin mengaku sebagai utusan Allah. Lia bahkan menulis surat ancaman kepada kepala negara untuk mengakui "Kerajaan Tuhan komunitas Eden" dengan mengatas-namakan sebagai Ruhul Qudus (Malaikat Jibril). Pertanda apa ini?

Sebelumnya bahkan seorang bernama Mushadeq mengaku sebagai nabi kepada komunitasnya yang bernama Al-Qiyadah. Pria bernama asli Abdul Salam atau Abu Salam itu juga mengaku memiliki 41 ribu murid yang tersebar di sembilan kota di Indonesia. Sebanyak 60 persen adalah mahasiswa dan mayoritas berada di Jakarta yakni 8.972 murid. Mushaddeq mengaku mendapat wahyu sebagai nabi sejak enam tahun lalu di Gunung Bundar, Bogor, Jawa Barat.

Nabi Muhammad saw sudah mengingatkan agar umat Islam waspada kepada orang-orang yang mengaku utusan Allah. Rasulullah saw juga mewaspadai orang-orang yang mencari rezeki dengan menggunakan agama sebagai alatnya.

Nabi Muhammad Saw bersabda, “Pada akhir jaman nanti akan muncul beberapa orang yang mencari rezeki di dunia dengan menggunakan agama sebagai alat. Mereka mengenakan busana dari bulu domba di hadapan orang-orang supaya dianggap sebagai orang yang lembut. Lisan mereka lebih manis dibandingkan dengan gula, sedangkan hati mereka adalah hati serigala.
Allah Swt akan berfirman, “Apakah mereka itu terpedaya karena Aku atau malah mereka yang durhaka kepada-Ku? Oleh karena itu Aku bersumpah dengan Zat-Ku sendiri, pasti aku akan mengirim di tengah-tengah mereka sebuah fitnah yang membiarkan orang alim di antara mereka menjadi orang yang kebingungan.”
(Hadist riwayat Abu Hurairah ra.)

Semoga kita tidak termasuk ke dalam kelompok orang-orang yang menjadi bingung dengan kehadiran orang-orang yang mengaku sebagai utusan Allah.
Semoga kita tidak terpedaya oleh orang-orang yang bermulut manis bicara agama tetapi tidak dalam rangka menggapai rida Allah swt. Rida Allah berdasarkan kebenaran ajaran agama tauhid-Nya yang sempurna: Islam.
Semoga Allah swt senantiasa menguatkan iman kita. Semoga Allah swt senantiasa membuka pintu hati kita untuk menerima cahaya agama-Nya yang sempurna : Islam. Amin ya Allah.

Ingatlah terus firman Allah swt dalam Al Quran surat Al Maidah:3 : Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridai Islam itu jadi agama bagimu.
This day, I have perfected your religion for you, completed My Favour upon you, and have chosen for you Islâm as your religion.
Heute habe Ich euch eure Religion vervollkommnet und Meine Gnade an euch vollendet und euch den Islam zum Glauben erwählt.
Hoy os he completado vuestra Práctica de Adoración, he culminado Mi bendición sobre vosotros y os he aceptado complacido el Islam como Práctica de Adoración.
Aujourd'hui, J'ai parachevé pour vous votre religion, et accompli sur vous Mon bienfait. Et J'agrée l'Islam comme religion pour vous.
Bugün size dininizi ikmal ettim, üzerinize nimetimi tamamladım ve sizin için din olarak İslâm'ı beğendim. (QS 5:3)

Islam dibangun dengan dua kalimat syahadat: Aku aku bersaksi tiada Tuhan selain Allah, dan aku bersaksi bahwa Nabi Muhammad adalah utusan Allah. Konsekuensi dari ikrar syahadat adalah beriman kepada wahyu-Nya dalam Al Quran dan beriman kepada petunjuk lisan dan perbuatan Nabi Muhammad saw yang menjabarkan kandungan Al Quran.

Ingatlah terus hadis Nabi Muhammad saw yang diriwayatkan Ubadah bin Shamit dan dicatat Imam Bukhari dan Muslim (14): Rasulullah saw. bersabda: Barang siapa mengucapkan: Aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah semata, tidak ada sekutu bagi-Nya dan Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya dan bersaksi bahwa Nabi Isa as. adalah hamba Allah dan anak hamba-Nya, serta kalimat-Nya yang dibacakan kepada Maryam dan dengan tiupan roh-Nya, bahwa surga itu benar dan bahwa neraka itu benar, maka Allah akan memasukkannya melalui pintu dari delapan pintu surga mana saja yang ia inginkan.

Semoga apa pun berita yang menguji iman Islam kita, justru semakin menguatkan dan menebalkan keimanan kita kepada Islam, agama-Nya yang sempurna.

Bacalah berita di Kompas.com, Senin, 15 Desember 2008 | 13:37 WIB di bawah ini:
JAKARTA, SENIN — Pemimpin Kerajaan Tuhan, Lia Aminuddin alias Lia Eden, kembali membuat heboh. Wanita yang mengidentifikasikan diri sebagai rasul dan Malaikat Jibril (malaikat penyampai wahyu) ini merilis risalah wahyu yang diakuinya diperoleh dari Allah.

Wahyu yang dirilis dalam enam lembar kertas A4 ini diperoleh sejumlah wartawan di Polda Metro Jaya melalui Habib Abdurahman Assegaf dari Gerakan Umat Islam Indonesia (GUII) yang datang melaporkan Lia Eden atas dugaan penodaan terhadap agama ke Polda Metro Jaya, setelah Lia Eden dan 23 pengikutnya ditangkap di kawasan Mahoni 3, Jakarta Pusat, Senin (15/12) pagi.

Menurut risalah ini, wahyu ditujukan kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Kepolisian RI. Selain itu, Eden telah melipatgandakan risalah wahyu tersebut sebanyak 1.000 buah untuk disebar ke seluruh lembaga pemerintahan, lembaga negara, dan kepolisian.

Wahyu kepada Presiden SBY yang disebutkan turun pada 23 November 2008 pada pukul 09.30 menyebutkan bahwa pemerintahan SBY telah mengabaikan semua perintah Tuhan. Berikut kutipannya: "Inilah Surat-Ku yang berisi fatwa penghapusan kedaulatanmu sebagai pemimpin negara Indonesia. Aku takkan memberimu peluang untuk terpilih kembali, dan pemerintahanmu ini akan berakhir chaos, dan negaramu Kubuat tak berdaya, karena Aku menundukkanmu, dan Aku akan mendirikan Kerajaan-Ku dengan segala cara!"

Sementara itu, dalam wahyu yang ditujukan kepada Polri yang disebutkan turun pada 14 November 2008 pukul 09.50, Lia Eden menyebutkan bahwa Tuhan meminta Polri melindungi komunitas Eden menyusul fatwa penghapusan agama Islam sekaligus fatwa penghapusan semua agama.

Juru bicara Eden, Kelik, yang berasal dari organisasi Wana Bangsa mengatakan bahwa pihaknya sangat yakin bahwa pernyataan tersebut benar adanya sebagai wahyu Tuhan. "Fatwanya bisa dipertanggungjawabkan," tutur Kelik. Namun, Kelik tak dapat menjawab lebih jauh mengenai kebenaran substansi wahyu tersebut.
LIN


Coba tulis "Surat untuk Presiden SBY perihal Penyakit Kutukan" dan klik search engine, Anda akan menemui ini LiaEden.Info - Official Site of Archangel Gabriel.
Surat untuk Presiden SBY perihal Penyakit Kutukan
Surat Terbuka Ruhul Kudus
untuk Presiden Republik Indonesia
Susilo Bambang Yudhoyono
Atas Nama Tuhan Yang Maha Kasih dan Penyayang
Aku, Jibril Ruhul Kudus, kembali mengirim surat kepada Paduka Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Adapun suratku ini menjadi pengantar pemberitahuan Allah Subhanahu Wa Ta’ala yang segera menegakkan Kerajaan-Nya di negeri ini. Daripadanya, Dia tak lagi bersedia terundurkan hanya karena kami telah dianggap tidak benar dan mengada-ada.
Oleh karena itu, kami menjelaskan bahwa dengan adanya keadaan tersebut di atas, maka perubahan yang dikehendaki Allah Subhanahu Wa Ta’ala tak akan lagi bergantung kepada Paduka Presiden dan bangsa Indonesia.
Maka tibalah saatnya Tuhan mengeraskan tekanan-Nya, yaitu melalui penyakit kutukan, penyakit gatal yang akut dan ganas yang tertuju kepada semua yang dianggap tak menyetujui adanya Kerajaan Tuhan.
Karena penyakit itu bukan berasal dari serangan virus, melainkan kutukan Tuhan secara langsung, penyakit itu berada dalam kategori keridhaan Allah atau kekesalan-Nya. Lebih ringan bila orang tak melakukan pengutukan dan tak pernah ikut menzalimi, sebaik mereka hanya menjalankan tugasnya memenjarakan Utusan Tuhan. Dan menjadi buruk penyakitnya bila menimpa orang yang berkewenangan dan tahu masalah serta terlibat dalam kesengajaan pemenjaraan terhadap Rasul-Nya.
Dan yang terburuk keadaan penyakitnya adalah pejabat yang berkewenangan mengadili dan yang memenjarakannya dengan sengaja demi memenangkan keyakinannya sendiri dan mengabaikan prinsip keadilan dan kebenaran hakiki, dan terhadap orang-orang yang membuat laporan dan saksi-saksi yang memberatkan dan melawan Ruhul Kudus dan
Firman Allah.
Semua orang yang telah terlibat dalam pemenjaraan Rasul Tuhan terpilah kutukannya, tersesuaikan oleh kewenangan dan sikap masing-masing terhadap Utusan-Nya. Kecuali yang memiliki kewenangan langsung dan yang memberikan ketetapan hukum, mereka bukanlah termasuk orang-orang yang tertolong. Dan mereka dapat disembuhkan bila mau mengubah sikap dan membantu tegaknya Kerajaan Tuhan. Dan akan menjadi kutukan yang seksama bila memusuhi atau menjahili Komunitas Eden setelah pemberitahuanku ini.
Pemberitahuanku ini sengaja kami layangkan kepada Paduka Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang berkuasa atas negeri dan Pemerintah Indonesia. Karena kepada Anda-lah tanggung jawab segenap urusan bangsa. Oleh karenanya, kepada Anda-lah kekuasaan yang tertinggi yang dapat mengubah keputusan peradilan yang salah. Dan sekaligus juga
kepada Paduka Presiden-lah keselamatan bangsa Indonesia yang sedang menuju pembinasaannya oleh Allah Subhanahu Wa Ta’ala.
Ketentuan Tuhan ini berlaku bagi semua bangsa-bangsa di dunia karena Kerajaan Tuhan harus diakui oleh seluruh bangsa-bangsa. Oleh karena itu, untuk setiap penolakan atas Kerajaan-Nya dari manapun di dunia ini, berlaku ketentuan yang sama di seluruh dunia. Maka gaung penyakit itu akan keras sekali mendunia, padahal penyakit itu tak
mungkin dapat disembuhkan oleh obat-obatan dan dengan cara apapun. Keganasan penyakit tersebut sangat mengganggu dan menyakitkan karena seluruh badan tersiksa dan takkan terhenti, kecuali kehendak Tuhan diterima, Kerajaan Eden diakui.
Sesungguhnya Tuhan tak menginginkan cara seperti ini. Akan tetapi, telah kedapatan Pemerintah Indonesia sama sekali tak mengindahkan risalah-risalah kami, sekeras apapun ancaman Tuhan di dalamnya. Padahal substansi Kerajaan Tuhan harus segera diakui dan disahkan oleh bangsa Indonesia, supaya tegak perdamaian dunia. Apakah keinginan Allah ini buruk bagi Indonesia bilamana semua negara di dunia ini sebenarnya sangat berharap perdamaian? Maka jangan lagi menolak mukjizat dan kekeramatan Kerajaan Tuhan.
Tuhan sudah menghapuskan agama Islam sebagai akibatnya. Dan Tuhan pun sudah mengepungkan bencana di segala penjuru negeri ini. Bahkan kami sudah mengancamkan gempa dahsyat berkekuatan 9 pada skala Richter dan gelombang tsunami yang akan membelah tanah Jawa. Begitu pun luapan lumpur di Sidoarjo Jawa Timur yang tak dapat
dihentikan dengan cara apapun dan akan menenggelamkan wilayah itu. Bukankah saat ini tanda-tanda itu sudah membuktikan ancaman kami adalah benar? Walaupun demikian, semua itu hanya berlalu sebagai ancaman sepihak.
Ancaman Tuhan sama sekali tak ditakuti. Sedemikianlah kiranya pandangan Tuhan terhadap penolakan Kerajaan-Nya oleh pemerintah dan bangsa Indonesia.
Kami pun telah menyurati Paduka Presiden agar berkenan membebaskan Lia Eden dan Muhammad Abdul Rachman. Akan tetapi tertanggal 23 Agustus 2006, ternyata Muhammad Abdul Rachman tetap dituntut oleh Jaksa Penuntut Umum selama 5 tahun penjara. Padahal tak ada kesalahan dan pelanggaran hukum yang pernah dilakukannya. Begitupun tak ada iktikad untuk membebaskannya dari pemerintah, padahal aku pun sudah memohon kepada Paduka Presiden Susilo Bambang Yudhoyono agar bersedia mengulurkan tangannya untuk membantu pembebasan Lia Eden dan Muhammad Abdul Rachman melalui surat tertanggal 14 Agustus 2006.
Begitulah, kini kutukan Tuhan tertuju langsung kepada Paduka Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan kepada semua yang berkewenangan yang tak bersedia membebaskan Lia Eden dan Muhammad Abdul Rachman. Semuanya akan mendapati dirinya mengalami penyakit gatal yang sangat buruk keadaannya dan yang tak ada obatnya. Semoga ini menjadi pengajaran bagi seluruh pemimpin negara di dunia ini agar tak mengalami pengutukan seperti yang dialami bangsa Indonesia dan pemimpinnya.
Jadilah patuh padaku karena aku adalah Hakim Allah di Mahkamah-Nya dan Raja di Kerajaan Eden milik-Nya. Aku pembela kebenaran dan keadilan yang sejati. Tuhan adalah Rajaku dan Pelindungku yang senantiasa menyertaiku.
Akulah penyelenggara Amanat-amanat-Nya dan Perintah-Nya. Jangan jauhi aku karena aku adalah Perintah Tuhan yang penuh rahmat dan bermukjizat.
Penuhi permintaanku. Bebaskan Lia Eden dan Muhammad Abdul Rachman, dan aku akan berterima kasih. Atas perhatian Paduka Presiden terhadap Surat Terbuka kami ini, sungguh akan kubalas dengan kebaikan. Amin.
Jakarta, 6 September 2006
Jbril Ruhul Kudus


Mari kita waspada, dan mengecek kebenarannya dengan kebenaran-Nya dalam ajaran Islam: agama tauhid-Nya yang sempurna.
http://suksesberjuang.blogspot.com
*

No comments:

SUCCESS LINK

  • get your own embeddable forum with Talki
  • By Dana Anwari. Orang beruntung adalah orang yang beriman kepada utusan Allah, Nabi Muhammad saw yang menyempurnakan semua ajaran agama tauhid (tiada Tuhan...
  • By Dana Anwari. Lakukanlah kebajikan sebagai orang yang beriman. Berbuatlah kebaikan sebagai seorang muslim. Bertindaklah dalam kehidupanmu sebagai ihsan....